Ime's posts with tag: events
’Jejak Hijau’ adalah ketika aktivitas yang kita lakukan beremisi rendah Cara kita berpergian, bagaimana memanfaatkan listrik, dan masih banyak lagi aktivitas sehari-hari yang berdampak pada lingkungan hidup. Banyak info-info menarik tentang kaitan hidup kita dengan lingkungan hidup tersebar di berbagai website, buku, film, juga event. Jadi untuk mempermudah, info-info menarik ini bisa dilihat di website Campaign Pelangi – http://campaign.pelangi.or.id Website yang dibuat Pelangi Indonesia berisi info-info ringan tentang perubahan iklim, energi, transportasi, tiga isu yang saling terkait dan menjadi bidang kerja Pelangi. Di website ini juga bisa mendownload wallpaper dengan tema lingkungan, atau melihat koleksi foto dan ilustrasi. Dan kalau ada sesuatu yang mau ditanyakan, silakan kirim email untuk kami coba jawab di bagian surat pembaca. Juga jangan lupa mengisi polling kali ini: Mana yang diprioritaskan dibangun untuk mengurangi macet di Jakarta ? Campaign Pelangi masih terus mengundang kontributor-kontributor untuk ikut mengupdate website ini. Jadi buat yang mau kirim tulisan, pamer blog atau kumpulan foto, cerita tentang website atau film menarik, laporan event kampus, langsung kirim ke Pelangi. Atau berniat jadi kontributor tapi masih agak bingung, email juga ke campaign@pelangi.or.id Jadi silakan mulai browsing dan selamat hari lingkungan hidup 2008! Salam lestari, ![]() Jl. Pangeran Antasari No. 10, Jakarta 12150 t. +62 21 72801172(hunting) f. +62 21 72801174 campaign@pelangi.or.id | http://campaign.pelangi.or.id ...sustainable living for all
   | Earth | Apr 22, '08 11:18 PM for everyone |
 | Category: | Movies | | Genre: | Documentary |
Udah nonton film yang satu ini? Well yah, katanya sih, film ini emang premier pas Hari Bumi kemaren, 22 April 2008 (selamat Hari Bumi yah, bai de wei). Satu hal yang menarik perhatian saya (dan akhirnya mau mengorbankan waktu ’main-main di dunia maya’ saya), adalah posternya yang menurut saya imut (coba lihat bulu putih, kaki besar dan cakar yang lucu itu). Warna biru yang mendominasi, kayaknya memang menjadi satu daya tarik tersendiri buat film ini.
Jenis film-nya adalah dokumenter; dengan narator Patrick Stewart, si kapten yang suka nongol di Star Trek. Pas awalnya aja, suara beliau yang khas ngebuat gue seolah-olah lagi nonton Star Trek (inget waktu aps awal film dia bilang, nama pesawat dilanjut’in sama tanggal? Yah, kayak gitu deh).
Earth cerita tentang perjuangan tiga mahluk hidup dalam menjalani kehidupan mereka. Sangat klasik, semua mahluk butuh makanan dan minum.
Cerita pertama adalah perjuangan beruang kutub dalam mencari makanan. Sehabis masa hibernasi, seekor mama beruang, akan keluar dari sarangnya, di slope terjal, untuk mencari makan setelah 5 bulan lamanya tidak makan. Namun, karena menunggu dua ekor anaknya yang masih belum bisa jalan, sang ibu harus sabar dalam menunggu mereka memiliki kaki yang kuat, sampai akhirnya bisa berjalan menuju pantai terdekat. Namun, sehubungan dengan semakin cepatnya es yang mencair, hal itu menyulitkan sang ibu dalam mencari makanan. Es yang mencair memaksa beruang kutub untuk berenang lebih jauh sebelum mereka menemukan mangsanya. Begitu mereka menemukan mangsanya, mereka sudah cukup letih, sehingga tidak jarang seekor beruang kutub mati saat mereka berjuang untuk makan.
Cerita kedua adalah tentang perjuangan gajah dalam mencari sumber air yang semakin menipis di tengah kekeringan. Badai pasir yang terus dialami, memaksa para gajah ini untuk mengeluarkan tenaga lebih di perjalanannya. Belum lagi kalau mereka tiba-tiba tertinggal dari kawanannya dan harus mencari jalan. Di malam hari, mata gajah kurang bisa melihat; berbeda dengan harimau yang sangat jeli penglihatannya, bahkan di waktu malam. Di saat-saat seperti inilah, tak jarang gajah pun harus mati, karena kelelahan (belum menemukan tempat minum) dan harus melawan kawanan harimau dan singa yang menyerang.
Cerita ketiga adalah tentang paus humpback, yang harus berenang ke daerah dingin untuk menemukan makanannya, yang sangat bergantung pada keberadaan es. Namun, seiring dengan semakin cepatnya es mencair, menimbulkan ketahanan pangan bagi paus-paus ini pun semakin terancam.
Film ini dibuat oleh BBC, dan konon kabarnya, film ini meniti jalan menuju Oscar, mengikuti pendahulu-pendahulu mereka the March of the Penguins dan Inconvinient Truth.
Gambarnya asli keren. Narasinya lucu-lucu dan tentu saja, pemandangannya top abis. Saya jarang nonton film dokumenter, tapi buat yang satu ini, menurut saya, ini worth buat di tonton (walaupun saya sempet tidur, gara-gara paus itu geraknya lambat banget).
Saya juga dapet satu pelajaran: ternyata Walrus itu.... GEDE BANGET!!!! Melebihi polar bear. Gila yah???
Ime’...
PS: gak ada angka 3.5 yah? 3.8 deeeehhhh... 
 GreenFest adalah sebuah ajang yang diperuntukkan bagi masyarakat kota Jakarta, bertujuan untuk menyadarkan masyarakat, bahwa kita memiliki peran yang sangat penting untuk memperlambat efek-efek dari pemanasan global.
Untuk suatu perubahan, dimulai dari kita sendiri.
Bareng-bareng yuk ke Greenfest. Parkir Timur Senayan 18 - 20 April 2008 10.00 - 22.00 setiap harinya
info lebih lanjut, kunjungi http://campaign.pelangi.or.id
sampe' ketemu disana yah 
ime'...
|  | Ini foto-foto waktu di ocean park, manila bay. sebenarnya, ini bukan gue yang moto. ada temen gue yang lebih excited buat moto ketimbang dipoto :D jadilah, gue percayakan kamera gue ke dia. bae yah dia? :D |
|  | ini adalah beberapa jepretan yang gue ambil waktu gue ke Salatiga tanggal 27-28 Maret kemarin.
Terletak sekitar 1.5-2 jam naik mobil dari bandara Ahmad Yani, Salatiga merupakan satu kota kecil yang terletak di belakang gunung Merbabu. Menyenangkan ada disana. Walaupun panas di siang hari, namun di kala malam, cukup sejuk. Mengingatkan gue akan Bandung waktu jaman gue kuliah dulu. |
sambungan dari sini
ini adalah blog rally, dimana cerita ini sambung menyambung dari satu blog ke blog yang lain. biar lebih maknyus, ikutin deh dari mana aja tulisan ini bisa nyambung 
Abis presentasi, gue ke hotel sorenya. Namanya Quality Wahid; hotelnya cukup bagus dan ada di tengah kota Salatiga. Gue kesana, baru mau tidur, waktu ada SMS dari mertuanya kakak gue, yang bilang kalo’ dia mau dateng jemput gue untuk nunjuk’in rumahnya. So, gue dijemputlah di hotel sama mertua kakak gue. Beliau baru dari pasar. Bukan buat belanja aja, tapi beliau juga jaga ‘lapaknya’ di sana. Iya, mertua kakak gue itu berjualan di pasar. Gue, jujur aja, gue suka sama yang namanya simplicity. Jadi, gue suka banget sama profesinya mertua kakak gue ini. Dagang di pasar, naik angkutan umum kemana-mana, tapi rumahnya cukup besar. Beliau juga senang memberi. Gue ditunjukkin tempat untuk beli enting-enting kesukaan kakak gue, sekalian buat orang kantor ama temen-temen fitness. Gue juga naik angkot ke rumah mertua kakak gue. sempet panik sedikit, secara gue kan ada janji sama temen-temen gue yang lain yang juga pergi ke Salatiga untuk makan malem. Tapi, ternyata, rumahnya Ibu (gue manggil mertua kakak gue itu dengan sebutan ‘Ibu’) nggak jauh dari hotel. Di rumah Ibu, gue ketemu bapak (hehehhe... suaminya Ibu), yang kayaknya gue baru ngeliat sekali seumur hidup gue; dan ini yang kedua. Bapak ternyata punya penyakit yang cukup membatasi beliau untuk beraktifitas, sehingga beliau hanya di rumah saja. Namun, dari ngobrol sama beliau, gue bisa lihat, betapa beliau ini nggak buta ilmu dan nggak menutup matanya terhadap dunia (politik terutama). Gue, yang sangat terbatas pengetahuan ini, untungnya masih bisa sedikit mengimbangi pembicaraan. Setelah mengalami stroke beberapa waktu yang lalu, gue harus akui, gue masih bisa mengerti ucapan-ucapan Bapak. Gue menikmati makan malam (jam setengah 6 sih) bersama Bapak dan Ibu. Ibu masak sop teratai. Bukan dari bunga teratai, bukan dari daun teratai, bukan pula dari kolam teratai. Sop teratai itu dibuat dari telor dadar, yang membungkus beberapa sayur (wortel-wortel gitu deh) plus beberapa potong sosis diatasnya). Enak. Gue suka. Ada tempe juga, sama sambel terasi. Gile, gue demen banget makan itu semua. Cuman, gue emang nggak makan banyak-banyak, lantaran gue blon ‘nyetor’ pagi ini dan gue juga udah makan siang. Selesai makan, gue ngobrol sebentar, terus balik ke hotel. Gue merasa cape’ banget, dan gue juga inget janji gue untuk makan malem bareng temen-temen gue. Gile yeh, gue makan berapa kali coba? Ckckckck... Gue pulang dianter sama suaminya seorang mbak yang udah lama tinggal sama Ibu dan Bapak. Ternyata, nggak jauh deh. Cuman lurus-lurus aja, gue udah nyampe’ ke hotel. Di hotel, gue mandi, siap-siap buat jalan keluar sambil nonton Suami-Suami Takut Istri. Gue ketiduran sebenarnya, sampe’ dibangunin sama roomate gue buat makan malem. Makan malemnya biasa aja. Gue juga cuman pesen bakso komplit (sama handuk... babat maksudnya). Abis ngobrol-ngobrol, gue pun tidur. Cape’ banget gue hari itu. Hari berikutnya gue bangun jam stengah 7, abis doa sebentar, gue mandi, terus sarapan. Ngobrol- ngobrol sama temen-temen gue, yang hari itu masih punya sesi. Gue? Gue sih hari itu pulang. Pesawat gue berangkat jam 12.35 dari Semarang, which is, gue harus berangkat sekitar jam stengah 10 atau jam 10. Abis sarapan, gue ngurus administrasi, terus gue mulai jalan kaki sendiri berusaha untuk menyusuri kota Salatiga. Gue kembali ke tempat dimana gue beli enting-enting hari sebelumnya, untuk ngambil gambar sebuah klenteng. Gue seneng sama klenteng, karena warnanya merah (tapi gue biasa aja sih sama warna merah sebenarnya) dan biasanya ada patung-patung yang dirawat. So, gue ke sana untuk foto-foto. Di perjalanan, gue berhenti untuk ngambil gambar jembatan penyebrangan yang mungil. Lucu aja sih kelihatannya, tapi gue suka bentuknya. Kota yang masih berbecak ini, bener-bener ngebuat gue seperti berada di dunia lain. Walaupun gue ke Salatiga dalam rangka kerjaan, tapi sebenarnya, kesendirian gue di sana itu, ngebuat gue ngerasa kalo’ gue itu lagi liburan. Gue jalan kaki sejauh yang gue bisa. Hasilnya? Gue masih bisa beli satu lagi enting-enting, dua plastik gadung sama satu plastik dendeng. Plus jalan kaki. Bagus juga buat olahraga. Selesai jalan-jalan itu, gue balik ke hotel. Pas sampe’ kamar, gue terima telfon kalo’ jemputan gue itu ternyata udah dateng (padahal baru jam 9). So, gue mulai packing aja. Jam setengah 10, gue berangkat ke Semarang. Perjalanan ke Semarang nggak terlalu istimewa, gue tidur di tengah jalan juga kok. Di bandara, gue check in, terus gue ke Periplus. Gue sebenarnya lagi nyari sebuah buku, Everything A Woman Need to Know (about men). Gue nggak tau kenapa gue pengen banget baca itu, lucu aja kali yah. Tapi ternyata gue nggak nemu. Dan gue juga baru nyadar, kalo’ Periplus Semarang itu lebih mahal dari Periplus Cengkareng. Jadinya? Ya, gak gue beli Yah, itu cerita gue dari salatiga. Sebenarnya, masih ada sambungannya, tapi ntar yah? Kalian (kalian???) baca dulu aja seri yang ini. Ime’...
|  | Tanggal 16 Februari kemaren, Papa ulang tahun yang ke 73. Rasanya amazed banget ngeliat Papa bisa merayakan ulang tahunnya yang ke 73. He had his ups and downs, tapi yang gue li'at dari Papa adalah he never gave up with situations, especially his health.
Sempet gue kesel sama Papa yang suka bandel (baik sama makanan, suka begadang nonton bola, masih suka bawa mobil), tapi sekarang-sekarang, gue malah bangga punya Papa seperti beliau.
Ulang tahunnya yang ke 73 dihadiri sama ketiga anaknya (yang satu lagi merantau) sama cucu-cucunya lengkap (kecuali cucu-cucunya yang juga merantau). Bahkan, kakak ipar gue yang paling sering 'bolos' acara keluarga, dateng buat beliau.
I am proud of him, thanking God for him and always hope that he will enjoy his life in happiness and full of joy :)
Happy birthday, Papa. Love you so much :) |
 Ok... ok... this is quite funny sebenarnya (is it???)... Kalo' pada ngeliat status yahoo gue kemaren-kemaren, pasti ngerasa bahwa gue lagi pengen banget nonton konsernya Switchfoot, yang lagu-lagunya cukup alternative tapi bersahabat sama kuping. Gue merasa gue nggak mampu beli tiketnya (yang 300rb sama 350rb itu); secara, pengeluaran gue di bulan Desember-Januari agak-agak biadab. Ternyata... eng ing eng... gue dapet tiket gratis!!!! dari temen gue yang juga dapet gratis. kata temen gue, "Gue sih yang nggak terlalu tau lagunya dan gue juga nggak bakalan bisa dateng. tapi, berhubung gue inget ama elo, jadi ya gue ambil aja jatah gue, karena kepikiran ama elo." tapi??? masa gue pergi sendiri??? akhirnya, gue pikir, ya udah, gue pergi aja. gue cuman pengen ngambil gambar mereka, abis itu gue cabut. lagian, mereka jadi promo album Oh! Gravity, yang lagu-lagunya udah tiap hari gue denger'in lantaran sempet download semua lagu Switchfoot dari album yang pertama ampe' terakhir (konon kabarnya sekarang di MP dah gak bisa yah???) eniwei, dateng lah gue ke konser itu. udah sampe' gate. udah mau masuk. "Maaf mbak, bawa kamera??" "Iya, di belakang," kata gue polos. "Nggak boleh bawa kamera, mbak. Taro' aja di mobil, nanti balik lagi," gue??? effortless, malah ninggalin tempat konser. orang gue juga gak bawa mobil kok. gue SMS deh temen gue. "gue gak jadi nonton konser. nggak boleh masuk karena gue bawa kamera. huh. mendingan gue yoga." temen gue reply, "balik dulu gih, taro kamera lo. sayang kan. lo pasti udah ngapalin lirik buat ikutan nyanyi. jangan-jangan, ntar gue lagi yang dapet sms melankolis dari lo." gue reply lagi, "ah males. lagian, visi gue buat masuk ke situ kan, cuman pengen ngambil gambar.kalo' nggak bisa ngambil, ngapain gue kesitu?" dan yah... gue ikutan pilates deh :D ada yang mau nonton Switchfoot? tuh gue masih ada karcisnya. tapi udah lewat konsernya :P pertanyaannya adalah serius nggak sih gue mau nonton Switchfoot??? Mungkin, kalo' yang konser Jars of Clay, i'll do anything kali yah :D Sorry Switchfoot, ternyata, cinta gue ke elo nggak gitu-gitu amad :D gue cuman pengen poto doang ama elo :D sama belajar moto di konser (lagi gelap-gelap, lampu remang-remang, tapi pasti banyak 'efek' di panggung). ime'...
|  | Album yang satu ini isinya tentang gereja Blenduk, Sam Poo Kong dan beberapa yang lainnya. COba li'at aja gimana keduanya berbentuk.
Gue suka sih ngeliat dua-duanya.
Enjoy yah ;) |
|  | Album yang ini isinya tentang Tugu Muda - Wisma Perdamaian - Lawang Sewu. Ketiga tempat ini ada di satu titik di Semarang.
Tiga-tiganya sama manisnya, tapi... Lawang Sewu teteup yang paling funky. Heheheh... itu gedung angker looohhh :P
Buat ceritanya, simak aja di http://the-world-of-ime.blogspot.com
Enjoy!!! |
|  | Album yang satu ini adalah tentang Karimunjawa, sebuah pulau yang manis (menurut gue) dan menyenangkan untuk dikunjungi. Walaupun, kalo' gue boleh bilang sih yah, kalo' mau kesini harusnya di bulan-bulan Maret-Mei gitu. Karena kalo' nggak, yang ada adalah gelombang gede yang nyebabin kita nggak bisa banyak bergerak.
Padahal, ada begitu banyak pulau kecil yang bisa dikunjungi disitu.
Yang gue suka dari pulau ini adalah warna lautnya yang beda-beda. Biru gelap, nggak gelap, ijo terang dan pasir putihnya yang edan. Maunya sih, gue balik lagi kesini. Tapi li'at ntar deh.
Enjoy :) |
|  | Album yang satu ini isinya adalah tentang kunjungan gue ke Pecinan Semarang tanggal 21 Desember yang lalu dalam rangka liburan akhir tahun (yuk marrii).
Gue masih belajar ngambil foto disin. Jadinya ada begitu banyak hal yang gue neglect (speed sama exposure nggak gue atur; default aja --> hih, ngomongnya udah kayak yang ahli aja). Sayangnya, gue baru dikasih tau tentang exposure dan kawan-kawannya setelah dari sini (telat yah, a :D).
Tapi, tripod teteup jadi andelan gue kok :D
Li'at aja koleksinya yah :) |
|  | Ikutan konferensi selama dua minggu berturut-turut bukanlah suatu hal yang gampang lho (gue di hari terakhir ampe' muntah-muntah :D). Di minggu yang kedua, gue sengaja bangun pagi-pagi buat jogging.
Gue merasa perlu jogging sih, apalagi dua minggu terakhir sebelumnya, gue nggak ke gym. Tapi yah, instead of jogging beneran, gue malah ngambil foto :D *tapi jogging juga loohhhh :P*
Check it out ;)
PS: ini foto blon lengkab looohhhh *soalnya nggak ada poto gue-nya :D* |
|  | Dreamland adalah semacam pantai private yang dulu (konon kabarnya) dibuat oleh Tommy. Kejatuhan Tommy ngebuat pantai ini jadi terbuka untuk umum.
Pantai ini masih fresh banget (gak diapa-apain), ombaknya yang gede ngebuat (gue) seksi (hahahahahahha).
Ini ada beberapa foto. Besok-besok gue tambah lagi.
Gak sempet ngedit judul. Secara gue juga ini ngaplod-nya kejar setoran :D heheheh :P |
|  | Ini foto-foto waktu gue ke Nusa Dua kemaren. Baru bangun tidur gitu deh ceritanya. Ada cerita tentang 'cinta', seorang tante-tante, yang menunggu oom-oom, dilanjutkan dengan ancaman mo' bunuh diri dari salah satu gundiknya *ya nggak laaaahhhhh!!!! ngancem doang :P*
heheheheh... taken tanggal 9 Desember 2007, hari satu-satunya dimana gue bisa jalan-jalan :D buehuehuehueheu... |
|  | Satu hari Sabtu, makan di Tamani Express Grand Indonesia (yang gue nggak tau dimana). Setiap gerakan satu jepretan *gelo, semalem bisa lebih dari 100 foto... dudul*
Dilanjut'in di Inul Vista... well... nggak usah gue cerita'in deh... blon gue cerita'in aja gue udah malu :D hehehhe... |
| Start: | Dec 6, '07 10:30a | | End: | Dec 6, '07 1:00p | | Location: | Biofuel room, Grand Hyatt, Bali-Indonesia |
Di COP nanti Yayasan Pelangi Indonesia akan mengadakan side event bertemakan: Looking into the Future: One Eye on Climate Change, One Eye on Poverty. Kenapa sih sebenarnya kita mengangkat isu yang satu ini? Soalnya dari sekian mekanisme yang berhubungan dengan perubahan iklim, yang namanya penanggulangan masalah kemiskinan itu nggak pernah tersentuh. Disinggung secara teori mungkin sering, tapi dalam prakteknya, poverty itu hanyalah sebuah kata yang dijadikan 'background' aja. Mengambil dua buah sektor yang menjadi potret Indonesia saat ini (Energi dan Transportasi), Yayasan Pelangi Indonesia mencoba untuk menarik garis keterkaitan antara perubahan iklim dan kemiskinan melalui kedua sektor tersebut. Berdasarkan potret dari kedua sektor tersebut, Pelangi mengajukan usulan aktivitas yang harus dilakukan (dan diperjuangkan untuk diterapkan) yang (diharapkan) dapat menjawab permasalahan perubahan iklim serta sekaligus menanggulangi kemiskinan.
| Start: | Nov 21, '07 10:00a | | End: | Nov 21, '07 1:00p | | Location: | Yayasan Pelangi Indonesia |
Ada apa dengan Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim nanti? Kira-kira, apa yang akan diusung oleh delegasi Indonesia disana? Well, semuanya ada di Media Brief mengenai Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim (COP dan COP/MOP) yang bakal diada'in di Yayasan Pelangi Indonesia.
| Start: | Dec 3, '07 | | End: | Dec 14, '07 | | Location: | BICC, Nusa Dua Bali |
Background event: Biasa disebut COP, di Bali mendatang yang ke-13. COP ini juga akan berlangsung bersamaan dengan CMP (COP bertindak sebagai Meetings of Parties). Kalo' CMP ini adalah yang ketiga. Konferensi ini bakalan ngomong'in tentang negosiasi tingkat internasional mengenai perubahan iklim. Background kepentingan Indonesia: Indonesia termasuk salah satu negara yang rentan terhadap perubahan iklim karena merupakan negara kepulauan. Terlebih lagi, mata pencaharian sebagian besar penduduk indonesia masih sangat tergantung dari iklim (pertanian, perikanan, dll). Kalo' iklim berubah, otomatis lifestyle sebagian besar penduduk (terutama yang pekerjaannya bergantung dengan iklim). Kalo' penduduk nggak bisa mengatasi ini, gimana nasib mereka nanti? Makanya, negosiasi ini cukup penting untuk Indonesia, karena kita tetap harus memperjuangkan mekanisme-mekanisme yang berlaku di tingkat internasional untuk bisa memfasilitasi masyarakat, agar dapat beraktifitas dengan baik serta meningkatkan taraf hidup mereka (economically).
| |